Ranu Kumbolo surga di tengah ganasnya gunung tertinggi di tanah Jawa

Sejarah obyek wisata ranu kumbolo

Ranu kumbolo merupakan Surga di balik gunung Semeru, tak heran jika danau ini menghipnotis setiap mata pendaki yang mengunjunginya. sebelum lebih jauh lagi cerita mengenai keindahanya ada baiknya kita simak dulu Kisah bersejarah ini mulai terbentuk ratusan tahun lampau dan bertautan dengan pendakian kala itu ketika ada seorang raja dari Kerajaan Kadiri, bernama Prabu Kameswara. Dia memerintah sekitar tahun 1180-1190-an, dengan bergelar Sri Maharaja Sri Kameswara Triwikramawatara Aniwariwirya Anindhita Digjaya Uttunggadewa.wisata ranu kumbolo semeru

Suatu hari, dia melakukan perjalanan suci atau yang disebut dengan Tirthrayata menuju Gunung Semeru. Jalur yang ditempuh, melalui Pasrujambe (nama sebuah kecamatan di Lumajang); sebuah jalur pendakian kuno dan berbeda dengan sekarang yang dimulai dari Ranu Pane. Bukan tanpa tujuan Prabu Kameswara melakukan pendakian ke Semeru. Gunung yang berada di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru ini, memang termasuk gunung yang disucikan. Begitu pula air yang terdapat di Ranu Kumbolo, mewujud sebagai air suci. Puncaknya yang bernama Mahameru, adalah tempat para dewa bersemayam.
Prabu Kameswara mendaki Semeru untuk bersemedi; mendekatkan diri pada Sang Hyang Pencipta alam semesta. Untuk menandai kedatangannya ke Semeru, Prabu Kameswara mengabadikannya ke dalam sebuah prasasti. Namanya Prasasti Ranu Kumbolo. Prasasti ini berada di tepian danaunya. Ada sebuah tulisan di batu prasasti tersebut, yaitu Ling Deva Mpu Kameswara Tirthayatra. Menurut sejarawan M.M. Sukarto Atmojo, tulisan yang berbahasa Jawa kuno tersebut, dapat diartikan bahwa ketika itu, Prabu Kameswara pernah melakukan kunjungan suci dengan mendaki Gunung Semeru. Angka tahun prasasti, masih menurut sang sejarawan, berkisar pada 1182 M.
.
Seorang arkeolog dari Universitas Negeri Malang, Dwi Cahyono, pada 2011 pernah mengunjungi daerah Pasrujambe, Lumajang. Di sana, dia menelusuri tempat-tempat yang (pada awalnya) diduga menyimpan berbagai peninggalan bersejarah. Dan, seperti dugaan, daerah Pasrujambe terbukti menyimpan banyak serpihan benda-benda kuno, seperti menhir, prasasti, maupun peralatan masyarakat sehari-hari pada zaman kuno. Ada pula penemuan beberapa batu tulis yang bercerita tentang perjalanan suci orang-orang Blambangan menuju Gunung Semeru. Salah satu prasasti itu tertulis Rabut Macan Petak yang mana ini merupakan nama dari kerajaan Macan Putih yang berada di Banyuwangi saat ini. Pada waktu itu, Lumajang ditengarai sudah berkembang menjadi area tujuan Sidhayatra atau perjalanan suci.
 prasasti kuno ranu kmbolo
Melalui Prasasti Ranu Kumbolo, kita bisa mengerti, sejak ratusan tahun lalu, nenek moyang kita juga pendaki gunung. Apa yang mereka lakukan, merupakan bagian dari perjalanan spiritual menuju kesempurnaan diri. Suatu sikap agung yang lalu diperkuat dengan torehan prasasti atau yang sejenisnya, untuk mengenang misi perjalanan mereka. Dan, prasasti yang mereka tinggalkan, telah menjadi benda peninggalan yang sangat berarti bagi generasi mendatang, terutama untuk menyingkap keadaan di masa itu. (sumber : kabarlumajang.net)

Ranu kumbolo merupakan Surga di balik gunung Semeru

Asal jepret294     Ranu Kumbolo berada di ketinggian 2400 mdpl, luasnya 14 Ha.  Letaknya sekitar 10,5 km dari desa Ranu Pane tepatnya di lereng gunung Semeru dan termasuk bagian dari wilayah taman nasional bromo tengger semeru. Keindahan alam Ranu Kumbolo menghipnotis setiap mata pendaki Gunung Semeru. Tak heran jika salah satu grup band Dewa 19 menciptakan lagu yang berjudul “Mahameru” untuk menggambarkan keindahan danau ini. Ranu Kumbolo merupakan sumber air bersih bagi para pendaki Gunung Semeru yang tengah berkemah atau yang akan mendaki ke Mahameru, puncak Gunung Semeru. Air di Ranu Kumbolo ini aman dikonsumsi meskipun tidak dimasak. Agar air di Ranu Kumbolo ini tetap layak konsumsi, di sana dipasang papan larangan untuk mandi atau berenang di danau, serta buang air kecil dan besar. Dibutuhkan kesadaran lebih agar Ranu Kumbolo tetap lestari dan bisa dinikmati anak cucu kita. Dengan debit air yang melimpah dan tak pernah surut, Ranu Kumbolo menjadi titik berkumpulnya para pendaki untuk mendirikan tenda.
    plang ranu kumbolo Satu hal yang menghipnotis para pendaki  adalah airnya ketika di pagi hari. Airnya yang jika dilihat dari atas bukit, berwarna biru bercampur kehijauan. Dan saat matahari terbit, pendaran sinarnya menembus celah dua buah bukit yang kemudian berjatuhan di segala sudut telaga nan eksotis ini. Pantulan sinar matahari hangat, berbaur udara dingin khas pegunungan, adalah sensasi tersendiri saat pagi hari. Sejauh mata memandang anda akan melihat Sisa-sisa embun masih membasahi setiap daun yang tumbuh subur. Begitu juga dengan kabut yang masih berada di titik sejajar dengan para pendaki yang sedang bermukim di tepiannya. Sebuah pemandangan pagi hari yang spektakuler. Tidak hanya di pagi hari, pada siang menjelang sore, kabut putih mulai turun menyelimuti Ranu Kumbolo yang tak kalah indahnya. Di malam hari, bila kamu membawa kamera DSLR, kamu bisa mengabadikan gugusan bintang-bintang galaksi Bima Sakti yang bertebaran di langit, yang tak akan kamu dapatkan di kota-kota besar.
plakat pendaki yang meninggal di ranu paneplakat pendaki yang meninggal di ranu paneDi sekitar Ranu Kumbolo terdapat beberapa plakat untuk mengenang para pendaki yang meninggal dunia disana.

Persiapan perlengkapan jika ke Ranu Kumbolo

  • Karena terletak di ketinggian 2.400 mdpl, temperatur udara di Ranu Kumbolo bisa mencapai minus 5 derajat Celcius pada malam hari, itu terlihat pada rumput-rumput dan tenda yang diselimuti embun yang berubah menjadi es.Maka persiapkanlah peralatan-peralatan seperti, baju tebal / jaket, terutama yang tahan air, juga kaos kaki dan kaos tangan, penutup kepala dan telinga, dan juga tak lupa membawa sleeping bag dan juga tenda yang terbuat dari parasit agar anda tidak menggigil kedinginan.
  • Lari pagi tiap hari selama satu minggu karena dibutuhkan fisik yang prima untuk mendaki ke ranu kumbolo
  • Beberapa dokumen yang diperlukan antara lain : 1. Fotokopi KTP 3 buah
    2. Surat Keterangan Sehat dari dokter (Anda bisa membuat surat dokter di senduro sebelum berangkat ke Ranupani)
BACA JUGA :  Sensasi Berbeda yang Disuguhkan Jazz Gunung Bromo

Akses rute menuju Ranu Kumbolo

Untuk menuju ke Ranu Kumbolo jika menggunakan angkutan umum anda bisa turun di terminal Probolinggo atau Lumajang dengan menaiki bus jurusan kencong atau ambulu dan turun di kota atau klojen, Dari klojen anda naik angkot menuju ke senduro dan turun di pasar senduro. Anda bisa memakai jasa sewa jeep Bromo hingga pos Ranupani desa terakhir di kaki semeru. Di sini terdapat pos pemeriksaan, terdapat juga warung dan pondok penginapan.

Perlu anda ketahui bahwa pendaki harus melakukan regristrasi dahulu sebelum mendaki di pos Ranu Pani. Dengan memyerahkan foto copy ktp dan surat keterangan sehat dari  dokter. Hal ini dimaksudkan untuk keamanan dan juga tindakan penyelamatan jika terjadi sesuatu terhadap pendaki pada waktu di perjalanan.
Ada beberapa larangan agar Ranu Kumbolo tetap terjaga yaitu :
  • Dilarang berenang di danau
  • Dilarang mandi pakai sabun, shampo, dan bahan kimia lain
  • Dilarang buang air kecil dan besar di danau
  • Dilarang membuang sampah di sekitar danau
  • Sampah harus di bawa turun kembali.
Untuk mencapai Ranu Kumbolo, pendaki harus berjalan menyusuri jalan setapak selama kurang lebih 5-7 jam dari pos pendaftaran Ranu Pani. Dinas Perhutani setempat menyediakan pos-pos peristirahatan yang terdiri dari pos 1 sampai dengan pos 4.
pos 1 ranu kumbolo

post 1

pos 2 ranu kumbolo

post 2

pos 3 ranu kumbolo

post 3

Demikian informasi tentang Ranu Kumbolo, semoga bisa menjadi referensi bagi anda yang berencana mendaki / trekking ke Ranu Kumbolo.

BACA JUGA :  Tips berwisata ke gunung Bromo

Untuk informasi lebih lanjut mengenai detil perjalan ke Ranu kumbolo silahkan lanjutkan ke halaman  paket wisata bromo ranu kumbolo 3 hari 2 malam atau silakan hubungi kontak kami. Terima kasih.

pesonabromo.com

pesonabromo.com adalah Agent perjalanan wisata di Jawa timur yang menyediakan berbagai macam paket wisata seperti wisata rafting, snorkeling, paragliding, trekking, volcano, air terjun, photography dan adukasi. Obyek wisata di jawa timur seperti gunung Bromo, kawah ijen, malang batu city tour, snorkeling pulau menjangan bali, Pantai Sukamade dan obyek wisata menarik lainnya di jawa timur.