6 hal menarik lainnya yang bisa anda temui jika berwisata ke kawah ijen dan blue fire

kawah ijen dan blue fireGunung Ijen atau lebih di kenal dengan Kawah Ijen, adalah salah satu gunung yang masih aktif sampai sekarang. Memiliki tinggi 2.443 meter di atas permukaan laut dengan kedalaman danau 200 meter dan luas kawah mencapai 5.466 Hektar, berdinding kaldera setinggi 300-500 m dan telah 4 kali meletus di tahun 1796, 1817, 1913, 1936 dan 1999. Kawasan kawah ijen dan blue fire ini terletak di tiga kabupaten yaitu Situbondo, Bondowos dan Banyuwangi. Dari Kawah Ijen, kita dapat melihat pemandangan gunung lain yang ada di kompleks Pegunungan Ijen, di antaranya adalah puncak Gunung Merapi yang berada di timur Kawah Ijen, Gunung Raung, Gunung Suket, Gunung Rante, dan sebagainya.

Kawah Ijen merupakan pusat danau kawah terbesar di dunia, yang bisa memproduksi 36 juta meter kubik belerang dan hidrogen klorida dengan luas sekitar 5.466 hektar. Kawah yang berbahaya ini memiliki keindahan yang sangat luar biasa dengan danau belerang berwarna hijau toska dengan sentuhan dramatis dan elok. Danau Ijen memiliki derajat keasaman nol dan memiliki kedalaman 200 meter. Keasamannya yang sangat kuat dapat melarutkan pakaian dan jari manusia, kawah ijen  merupakan danau air sangat asam terbesar di dunia.

“Pesona Keindahan Kawah Ijen dan blue fire adalah danau yang besar berwarna hijau kebiruan serta fenomena Blue Fire atau Api Biru yang memancar di malam hari

Kawah Ijen dari atas Gunung Ijen terlihat sangat indah. Kawah ini merupakan danau yang besar berwarna hijau kebiruan dengan kabut dan asap belerang yang sangat mempesona. udara dingin dengan suhu 10 derajat celcius, bahkan bisa mencapai suhu 2 derajat celcius, akan menambah sensasi tersendiri. Berbagai tanaman yang hanya ada di dataran tinggi juga dapat Anda temukan, seperti Bunga Edelweis dan Cemara Gunung. Saat pagi hari, ketika matahari mulai menyinari kawasan Kawah Ijen, pemandangan yang indah dapat Anda nikmati. Kawah Ijen yang berwarna hijau kebiruan akan ditambah cahaya matahari yang berwarna keemasan memantul di kawah tersebut.
Di sekitar lereng kawah terhampar pohon Manisrejo yang berdaun kemerahan, sedangkan batuan dinding kawah berwarna belerang, kekuningan, kondisi-kondisi inilah yang membuat panorama alam disini begitu mengesankan untuk dinikmati. Wisatawan asing yang datang ke kawah ijen dalam satu tahun mencapai ±15.000 orang. kedatangan dan kunjungan wisatawan pada bulan Juli sampai September.

6 Hal menarik lainnya jika anda berwisata ke Kawah Ijen dan blue fire

Kami mempunyai beberapa hal menarik yang mungkin bisa membuat anda penasaran dan ingin pergi berwisata ke Kawah Ijen. Adapun hal-hal tersebut adalah sebagai berikut.

    1. Fenomena Blue fire atau api biru
kawah ijen dan blue fire

Fenomena blue fire atau api biru

Selain itu fenomena alam lain yang terdapat di kawah Ijen yang tidak boleh dilewatkan adalah Blue Fire atau Api Biru, yang muncul di tengah-tengah penambangan belerang yang hanya bisa dilihat pada malam hari hingga menjelang dini hari. Setiap dini hari sekitar pukul 02.00 hingga 04.00, di sekitar kawah dapat dijumpai fenomena kawah ijen dan blue fire atau api biru, yang merupakan keunikan tempat ini, karena pemandangan alami ini hanya terjadi di dua tempat di dunia yaitu Islandia dan Ijen.

    2. Pemandangan Sunrise pertama di jawa
kawah ijen blue fire

sunrise di kawah ijen

Melihat Sunrise adalah hal menarik berikutnya setelah anda melihat fenomena blue fire. Perlu anda ketahui  Kawah Ijen merupakan salah satu gunung tertinggi di Jawa Timur bagian timur maka anda adalah orang yang sangat beruntung, karena kawah Ijen adalah tempat melihat sunrise yang indah dan merupakan sunrise pertama yang tampak di Jawa Timur.

    3.  Penambang Belerang Tradisional

kawah ijen dan blue fire

penambang sedang mengambil lelehan belerang yang sudah beku

Di kawasan gunung berapi ini terdapat pertambangan belerang, dimana mengindikasikan gunung ini masih aktif. Adanya penambang belerang tradisional menjadi perhatian pengunjung di kawasan Kawah Ijen. Mereka dengan berani mendekati danau untuk menggali belerang dengan peralatan sederhana lalu dipikul dengan keranjang. Para penambang belerang ini mengambil belerang dari dasar kawah. Di sini asap cukup tebal, namun dengan peralatan penutup hidung sekadarnya seperti sarung, mereka tetap mencari lelehan belerang. Lelehan belerang didapat dari pipa yang menuju sumber gas vulkanik yang mengandung sulfur. Gas ini dialirkan melalui pipa lalu keluar dalam bentuk lelehan belerang berwarna merah. Setelah membeku belerang berwarna kuning.
Setelah belerang dipotong, para penambang akan mengangkutnya dengan cara dipikul  melalui jalan setapak. Beban yang dipikul cukup berat antara 70 kg hingga 100 kg. Para penambang sudah terbiasa memikul beban yang berat ini sambil menyusuri jalan setapak di tebing kaldera yang begitu curam menuruni gunung sejauh 3 kilometer.

     4. Miky way di puncak kawah ijen
kawah ijen blue fire

milky way kawah ijen

Milky Way – atau dalam bahasa indonesia kita sebut sebagai Bima Sakti – berasal dari bahasa latin Via Lactea atau bahasa Yunani Galaxias yang artinya “susu”. Milky way ini adalah galaksi spiral yang memiliki 200-400 milyar bintang dengan diameter 100.000 tahun cahaya dan ketebalan 1000 tahun cahaya. Di dalam galaksi Milky Way inilah terdapat sistem Tata Surya, yang di dalamnya terdapat planet Bumi. Galaksi Milky Way ini terlihat seperti pita kabut bercahaya putih yang membentang pada bola langit. Pita kabut atau “aura” cemerlang ini adalah kumpulan jutaan bintang dan juga sevolume besar debu dan gas yang terletak di bidang galaksi. Posisi dari milky way ini nampak berada di belahan bumi bagian selatan.
Jika Anda ingin melihat Milky Way, waktu terbaik untuk melihatnya adalah di kisaran bulan April – Agustus, lebih tepatnya yaitu di musim kemarau. Di saat malam cerah, Milky Way dapat dilihat dengan mata telanjang. Milky Way sukar untuk dilihat di kota-kota besar karena banyaknya polusi cahaya.

      5. Pemandangan Kebun Kopi Arabika Kawah Ijen 
kawah ijen dan blue fire

kebun kopi di kawasan kawah ijen

Jika anda berwisata ke kawah ijen sebelum sampai ke kawasan wisata kawah ijen anda akan melewati kawasan perkebunan kopi peninggalan belanda. Perkebunan kopi Jampit, merupakan agro wisata di Bondowoso yang dikelolah oleh PTP Nusantara VII Kalista Jampit. Perkebunan ini terletak 74 Km kearah timur kabupaten Bondowoso. Perkebunan ini memiliki luas 4000 hektar dan terletak pada ketinggian 900 M dari permukaan laut. Perkebunan kopi tersebut adalah kebun dengan budidaya kopi arabika.  Kopi arabika dataran tinggi kawah Ijen dikenal di manca negara dengan Java Coffee.  Kopi ini sangat mantap dengan rasa pahit dan masam, berbeda dengan kopi robusta yang hanya terasa pahit saja. Untuk Musim panen kopi pada bulan Mei hingga September.  Pada waktu musim panen kopi wisatawan lokal maupun manca negara dapat  sendiri memetik kopi serta menyaksikan proses pengolahannya.

  6. International Tour de Banyuwangi Ijen
kawah ijen dan blue fire

tour de banyuwangi ijen

Tour de Ijen adalah kejuaraan balap sepeda resmi dari Persatuan Balap Sepeda Internasional (Union Cycliste International) yang diselenggarakan setiap tahun di Banyuwangi. Kejuaraan yang pertama kali diselenggarakan pada tahun 2012 ini merupakan balapan jalan raya jarak jauh yang umumnya diadakan sekitar bulan November hingga Desember dan berlangsung selama 4 hari. Sekarang namanya resmi berubah menjadi International Tour de Banyuwangi Ijen. Sesuai dengan namanya, Ijen yang merupakan gunung yang memiliki kawah yang indah dan fenomena api biru (blue fire) pada malam hari menjadi bagian dari jalur lintasan. Selain itu Pulau Merah juga menjadi bagian dari lintasan balapan.
Demikianlah 6 hal menarik lainnya yang bisa anda temui jika berwisata ke kawah ijen selain melihat danau di kawah ijen, sehingga anda tidak merasa rugi jika berwisata ke kawah ijen karena banyak hal lainnya yang bisa anda jumpai di sana.

BACA JUGA :  Fenomena Malam Bromo Milkyway yang Belum Banyak Diketahui

Jalur Menuju Kawah Ijen dan blue fire
Untuk menuju Kawah Ijen dan blue fire , terdapat dua jalur utama, yaitu dari arah Banyuwangi dan Bondowoso.
Rute Perjalanan dari Banyuwangi
Kota Banyuwangi >  Licin > Pal Tuding  > obyek wisata kawah ijen dan blue fire

BACA JUGA :  Paket Wisata Kawah Ijen blue fire 2 hari 1 malam

Jika menggunakan kendaraan umum, dari kota Banyuwangi kita menuju ke terminal Sasak Perot/Banjarsari. Dari sini kita ganti kendaraan minibus jurusan Licin.
Jarak Banyuwangi kota menuju Licin sekitar 15km. Jika menggunakan kendaraan bermotor roda dua atau mobil pribadi dapat ditempuh sekitar 30 menit. Dari desa Licin kita menuju kearah Sodong yang berjarak sekitar 8 km, melewati Jambu bisa ditempuh dengan naik Truk perkebunan atau ojek dan bisa juga dengan travel karena jalanan mudah di lalui oleh kendaraan. Perjalanan melewati perkebunan kopi dan cengkeh serta hutan tropika yang indah.Setelah tiba di Sodong kita melanjutkan perjalanan lagi menuju ke Paltuding sekitar 10km dengan Truk/Ojek. Paltuding merupakan tempat bertemunya jalur lewat dari arah Bondowoso dan arah Banyuwangi. Sekitar 6 km sebelum Pal Tuding kita akan melewati jalan yang dinamakan tanjakan erek-erek yang berupa belokan  sekaligus tanjakan berbentuk S, yang memakan waktu sekitar satu jam, karena jalanan sering rusak oleh air hujan maupun truk pengangkut belerang setiap hari.

BACA JUGA :  Sejarah legenda Gunung Bromo

Pintu gerbang utama ke Cagar Alam Taman Wisata Kawah Ijen terletak di Paltuding, yang juga merupakan Pos PHPA (Perlindungan Hutan dan Pelestarian Alam). Alternatif rute adalah Bondowoso – Wonosari – Tapen – Sempol – Paltuding. Fasilitas lain yang dapat dinikmati oleh pengunjung antara lain pondok wisata dan warung yang menjual keperluan pendakian untuk menyaksikan keindahan kawah Ijen. Dari Paltuding berjalan kaki dengan jarak sekitar 3 km. Lintasan awal sejauh 1,5 km cukup berat karena menanjak. Sebagian besar jalur adalah dengan kemiringan 25-35 derajat. Selain menanjak, struktur tanahnya juga berpasir sehingga menambah semakin berat langkah kaki karena harus menahan berat badan agar tidak merosot ke belakang. Setelah beristirahat di Pos Bunder (pos yang unik karena memiliki bentuk lingkaran), jalur selanjutnya relatif agak landai, selain itu wisatawan / pendaki disuguhi pemandangan deretan pegunungan yang sangat indah. Untuk turun menuju ke kawah ijen dan blue fire harus melintasi medan berbatu-batu sejauh 250 meter dengan kondisi yang terjal.

     Demikianlah sekilas informasi mengenai obyek wisata kawah ijen dan fenomena blue fire untuk dijadikan referensi jika anda berencana berwisata ke kawah ijen. Agar lebih mudah dan ekonomis bisa dikombinasikan dengan paket wisata kawah ijen dari kami pesonabromo.com

pesonabromo.com

pesonabromo.com adalah Agent perjalanan wisata di Jawa timur yang menyediakan berbagai macam paket wisata seperti wisata rafting, snorkeling, paragliding, trekking, volcano, air terjun, photography dan adukasi. Obyek wisata di jawa timur seperti gunung Bromo, kawah ijen, malang batu city tour, snorkeling pulau menjangan bali, Pantai Sukamade dan obyek wisata menarik lainnya di jawa timur.

WhatsApp Chat